• about me

    yoggy pradita 21 november 1988 tebing tinggi, north sumatra, indonesia a bad boy playing soccer reading and writing get some potatos take a sleep watching tv (news only) drink some milk everyday fish lovers no animals!! playboy myright hand was broken a ex-goalkeeper internazzionalle milano fc. arsenal medan, padang, bandung, semarang swiss, germany and spain motorcycle and hardtop cars,, smoke and beer donuts and coffe organization institut management of telkom enough,,, thanks for reading my text,,
  • nice year!!

    April 2009
    S M T W T F S
    « Mar   Oct »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Archives

  • yoggy’s playlist

  • Flickr Photos

    Magic moment

    Station..

    December

    SydneyOnACloudyDay :)

    Hartville

    Dhaka, Bangladesh

    Kingfisher (Alcedo atthis)

    100+ Followers!

    Otoño II

    Ponte Estaiada da Barra da Tijuca - Rio de Janeiro

    More Photos

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN PENGARUH FITUR-FITUR TERHADAP MINAT PENGGUNAAN KARTU IM3 DI INSTITUT MANAJEMEN TELKOM

DI SUSUN OLEH

Gilang Ramadhan 106.401.370
M.Zidni Ilman 106.401.380
Yoggy Pradita 106.401.399
Alvin Joner 106.401.454
Anggito Ardinansyah 106.401.456

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era dewasa ini, telepon selular sebagai alat komunikasi mobile merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang. Karena komunikasi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai penunjang kepentingan bisnis, rumah tangga, maupun pendidikan. Kebutuhan akan komunikasi sebagai penunjang kebutuhan pendidikan juga tidak dapat dielakan. Internet, pengiriman paket data, serta komunikasi langsung sudah menjadi kebutuhan primer dalam dunia pendidikan.
Dunia teknologi yang semakin canggih khususnya pengembangan teknologi dalam telekomunikasi membuat semakin banyak provider sebagai penyedia jaringan telekomunikasi semakin bersaing untuk membuat fitur-fitur yang semakin memudahkan konsumen dalam berkomunikasi langsung dengan harga yang ditawarkan sangat terjangkau.
IM3 sebagai salah satu provider yang ada di Indonesia menawarkan beberapa kelebihan dari fitur-fiturnya dengan harga yang terjangkau dan menjadikan mahasiswa dan pelajar sebagai target pasarnya. Fitur-fitur seperti GPRS, WAP, SMS, Voice/Telepon ditawarkan oleh IM3 mendukung mahasiswa maupun pelajaran didunia pendidikan. Karena dengan fitur-fitur tersebut mahasiswa dan pelajar sangat terbantu dalam dunia pendidikan seperti saat mengerjakan tugas yang membutuhkan akses internet langsung tanpa harus ke warung internet mahasiswa dan pelajar dapat menggunakan akses GPRS dan WAP dengan biaya yang terjangkau. IM3 adalah kartu GSM prabayar pilihan generasi muda yang trendi yang menyukai layanan SMS. Namun pada perkembangannya IM3 tidak ingin hanya dikenal sebagai provider yang unggul di dalam layanan sms saja. Baru – baru ini IM3 meluncurkan tarif baru untuk layanan telepon. IM3 meluncurkan kebijakan baru ini agar dapat lebih berkompetisi dengan provider – provider lainnya dalam rangka mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar lagi. Dan hal ini juga menjadi salah satu alasan banyak mahasiswa yang memakai IM3, karena dengan hal tersebut, semakin banyak pula mahasiswa yang menggunakan fitur – fitur yang disediakan oleh provider IM3.

1.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, dapat di identifikasikan beberapa masalah, yaitu:
1. Bagaimana fitur–fitur yang ditawarkan kartu IM3 dapat mempengaruhi minat konsumen di IM Telkom?
2. Fitur – fitur apa saja yang ditawarkan oleh IM3 untuk mendorong konsumen di IM Telkom? Alasannya?
3. Bagaimana tingkat kepuasan pengguna kartu IM3 di IM Telkom dalam menggunakan fitur – fitur yang ditawarkan kartu IM3?
4. Hambatan – hambatan yang dihadapi pengguna kartu IM3 dalam menggunakan fitur – fitur yang ditawarkan IM3 di IM Telkom?
5. Pengaruh fitur-fitur ditawarkan kartu IM3 dalam menunjang kebutuhan dalam dunia pendidikan bagi pengguna di IM Telkom?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
1. Mengetahui Bagaimana fitur–fitur yang ditawarkan kartu IM3 dapat mempengaruhi minat konsumen di IM Telkom
2. Mengetahui Fitur – fitur apa saja yang ditawarkan oleh IM3 untuk mendorong konsumen di IM Telkom
3. Mengetahui tingkat kepuasan pengguna kartu IM3 di IM Telkom dalam menggunakan fitur – fitur yang ditawarkan kartu IM3
4. Mengetahui Hambatan – hambatan yang dihadapi pengguna kartu IM3 dalam menggunakan fitur – fitur yang ditawarkan IM3 di IM Telkom
5. Mengetahui Pengaruh fitur-fitur ditawarkan kartu IM3 dalam menunjang kebutuhan dalam dunia pendidikan bagi pengguna di IM Telkom
1.4 FUNGSI PENELITIAN
Adapun fungsi dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi bidang akedemis
Memahami dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari mata kuliah metode penelitian.
2. Bagi lingkungan sekitar IM Telkom
Untuk mengetahui dan menambah informasi bagi kalangan lingkungan IM Telkom mengenai fitur-fitur IM3 yang ada sekarang ini.

1.5 LANDASAN TEORI
Defenisi penelitian
Menurut referensi yang diambil dari buku Uma Sekaran, penelitian adalah proses menemukan solusi masalah setelah melakukan study yang mendalam dan menganalisis faktor situasi.
Ciri – ciri penelitian
1. Sujuan jelas
sebuah penelitian harus memiliki tujuan yang jelas tentang apa yang
ingin mereka ketahui sebagai output dari penelitian mereka.
2. Ketepatan
Dalam penelitian juga dituntut ketepatan data, baik dalam pemilihan sumber data maupun dalam hasil dari penelitian tersebut.
3. Dapat di uji
Sebuah penelitian harus dapat diuji baik dalam uji validitas maupun uji realibilitas, agar hasil penelitian tersebut dapat dipercaya.
4. Dapat di tiru
Sebuah penelitian dapat ditiru oleh pihak lain dalam rangka penelitian yang dilakukan oleh pihak lain namun memiliki persamaan dengan kita.
5. Ketelitian dan keyakinan
Dalam melakukan penelitian, ketelitian adalah wajib hukumnya. Baik dalam pengolahan input data, maupun dalam pengolahan output data agar penelitian tersebut dapat berguna dengan baik.
6. Objectivitas
Dalam penelitian, tidak boleh hanya melihat dari satu sudut pandang saja, melainkan harus dari berbagai sudut pandang yang ada.

7. Dapat di generalisasikan
Akan lebih baik bila suatu penelitian dapat dipandang secara umum, tidak hanya dapat dipandang secara khusus saja.
Pengertian Minat
Pengertian minat menurut bahasa (Etimologi), ialah usaha dan kemauan untuk mempelajari (Learning) dan mencari sesuatu.
Secara (Terminologi), minat adalah keinginan, kesukaan dan kemauan terhadap sesuatu hal. Sedangkan menurut para ahli pengertian Minat adalah :
– Menurut Hilgar:
Minat adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan menfokuskan diri pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas (Hilgar & Slameto ; 1988 ; 59).
– Menurut Slameto:
Minat ialah kecenderungan yang tepat untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan (Slameto ; 1988 ; 59)
– Menurut Andi Maprare
Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu. (Maprare & Slameto; 1988;62)
Sehingga pengertian minat secara keseluruhan dalam karya tulis ini ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu.
Menurut Kotler , sebuah perusahaan selalu menjalankan keseluruhan bauran pemasaran (Marketing mix), yang meliputi unsur-unsur Product, Price, Place, dan Promotion, yaitu perusahaan harus mampu menciptakan dan atau menghasilkan produk maupun jasa yang baik dan bermutu, menetapkan harga yang menarik bagi konsumen, mendistribusikan produk tersebut sehingga dapat dijangkau oleh konsumen, serta harus dapat berkomunikasi dengan konsumen mereka.
Setelah konsumen menyadari adanya produk yang diiklankan, maka konsumen akan memasuki tahap Pembelajaran. Dimana dalam tahap ini konsumen akan dapat menggambarkan atau mengkondisikan serta mempelajari produk yang diiklankan. Kemudian semua informasi tentang produk tersebut akan diteruskan ke dalam sistem pengarsipan memori konsumen, lalu konsumen akan meranking informasi tentang produk dari sisi kepentingan, harga, kualitas, keistimewaan, dan lain-lain.
Dalam tahap Pembelajaran, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen, faktor-faktor tersebut yaitu :
1. Interpersonal
Dalam faktor internal konsumen (hubungan antar pribadi) ada tiga hal yang sangat berpengaruh yaitu :
a. Keluarga
b. Masyarakat
c. Budaya
2. Nonpersonal
Pengaruh non personal dapat juga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, diantaranya yaitu :
a. Waktu
b. Tempat
c. Lingkungan

Setelah melewati tahap Pembelajaran, maka konsumen dapat memutuskan apakah konsumen merasa suka atau tidak terhadap produk yang diiklankan.
Setelah menyukai produk yang diiklankan, konsumen kemudian akan mengevaluasi lagi, apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya atau tidak. Karena tentunya setiap konsumen memiliki kebutuhan, dan tujuan konsumen sebenarnya yaitu untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhannya tersebut. Dengan adanya iklan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan konsumen, maka konsumen akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhannya, dan kemudian konsumen pun akan bertindak. Menurut Sutisna, sikap dan tanggapan yang akan diberikan oleh konsumen dapat digambarkan sebagai berikut:
Sikap dan tanggapan konsumen
Komponen Kognitif
Menyadari keberadaan produk dan dapat mempercayai iklan merek produk.

Komponen afektif
Evaluasi iklan merek produk dan timbulnya perasaan tertarik/minat terhadap produk.

Komponen konatif
Munculnya sikap positif terhadap produk.
8P manajemen jasa ( marketing mix service manajemen )
Dalam memasarkan jasa diperlukan perencanaan dan pelaksanaan yang terkoordinasi. Berikut adalah komponen dari marketing mix service management :
1. Product ( elemen produk )
Dalam penelitian ini meneliti fitur – fitur IM3 dan seberapa besar pengaruh fitur handphone terhadap minat pembelian oleh lingkungan sekitar IM Telkom.
2. process ( proses )
untuk menciptakan dan menyampaikan elemen produk kepada konsumen diperlukan proses marketing dan pengaplikasian yang efektif. Beberapa proses yang telah terstruktur dan system kerja yang terkontrol.
3. productivity and quality
Dalam penyampaian jasa dari sebuah perusahaan, promosi produk dan kualitas haruslah dilihat dari dua sisi mata uang yang sama. Peningkatan kualitas dari produk dapat meningkatkan nilai jual dari suatu produk tersebut bagi perusahaan penyedia provider telekomunikasi dan meningkatkan utilitas konsumen sesuai dengan harga yang dibayar oleh konsumen dari produk tersebut.
4. people ( konsumen )
Dalam penyampaian produk dari fitur IM3 tersebut di butuhkan interaksi langsung dengan konsumen. Konsumen dalam penelitian ini adalah lingkungan sekitar IM Telkom.
5. physical evidence ( bukti fisik )
Bukti fisik dapat meningkatkan kesan pelanggan terhadap kualitas dari suatu provider. yang termasuk dalam bukti fisik yaitu inventaris perusahaan IM3 tersebut seperti gedung, kendaraan, dan petunjuk lain yang terlihat yang dapat member bukti atas kualitas dari jasa perusahaan tersebut.
6. price and other user outlays ( harga dan jasa lainnya )
Untuk memperoleh utilitas yang diharapkan konsumen, perusahaan telah menetapkan harga dan komponen biaya untuk nilai melengkapi utilitas yang dibutuhkan oleh konsumen. Harga dan komponen tersebut harus dibayar oleh konsumen untuk menikmati jasa yang ditawarkan.
7. promotion and education ( promosi dan edukasi )
Dalam penyampaian promosi dan edukasi sebuah perusahaan harus menyediakan informasi dari suatu produk, memberikan kesan paksa kepada konsumen untuk memilih produk yang ditawarkan serta mendorong pelanggan untuk mengambil tindakan dalam satu waktu.
8. place and time ( tempat dan waktu )
Tempat dimana melakukan promosi.

1.6 STUDI LITERATUR FITUR
Fitur adalah keistimewaan ,segi, roman, roman, ciri-ciri.
FITUR-FITUR IM3
1. Sms (short message service) adalah layanan untuk pesan pendek. Pesan pendek itu bisa dikirim lewat telepon genggam ke telepon genggam lainnya. Di Indonesia, SMS cukup popular karena sistem telepon seluler di sana tidak mempunyai layanan e-mail seperti di Jepang.
2. Mms (multimedia message service) adalah jasa layanan pesan yang memfasilitasi para pengguna telepon selular untuk melalukan pertukaran pesan multimedia. MMS dapat dikatakan sebagai bentuk evolusi dari SMS atau Short Messaging Service, dimana pada layanan pesan tersebut terdapat transmisi jenis media tambahan yang meliputi teks, image, audio, animasi, videoklip atau kombinasi antar media-media tersebut.
3. GPRS (General Packet Radio Service) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD. Sering disebut pula dengan teknologi 2,5G. Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing) internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136, walaupun jaringan GPRS saat ini terpisah dari GSM.
4. 3G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: third-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless).
5. Voice/Telepon,
6. WAP/Wireless Apliccation Protokol adalah standar internasional terbuka untuk aplikasi yang menggunakan komunikasi nirkabel. Tujuan utamanya untuk membangun aplikasi yang dapat mengakses internet dari telepon genggam atau PDA.
1.7 Rancangan Penelitian
Penelitian dapat dikategorikan ke dalam beberapa tipe, yaitu:
• Berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk pengujian hipotetis, yaitu studi yang biasanya dilakukan untuk menjelaskan suatu hubungan tertentu.
• Berdasarkan tipe penyelidikannya penelitian ini menggunakan metode korelasional, yaitu suatu metode yang dilakukan apabila penelitian bertujuan untuk menggambarkan variabel-variabel yang penting yang berhubungan dengan suatu masalah. Dalam hal ini peneliti ingin mendapatkan gambaran tentang hubungan antara pengaruh fitur-fitur IM3 terhadap minat penggunaan IM3 oleh mahasiswa IM TELKOM
• Berdasarkan horison waktunya termasuk dalam studi cross sectional, yaitu penelitian dilakukan dimana data hanya diambil satu kali, pada satu periode waktu, untuk menjawab pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian.

Berdasarkan studi setting termasuk noncontrived setting yaitu penelitian yang dilakukan dalam lingkungan yang normal, yang biasanya terjadi. Dalam penelitian ini peneliti tidak melakukan manipulasi (intervensi) apapun.
Hipotesis
Fitur IM3 sangat berpengaruh dalam menentukan keputusan membeli provider oleh lingkungan sekitar IM Telkom dan dipengaruhi juga oleh 2 faktor yaitu kebutuhan dan prestise.
1.8 VARIABEL PENELITIAN
Dalam Penelitian diatas, mengandung dua Variabel, yaitu :
1. Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik secara positif maupun negatif. Jika terdapat variabel bebas, variabel terikat juga tersedia dan dengan setiap unit kenaikan dalam variabel bebas, terdapat pula kenaikan atau penurunan dalam variabel terikat. Dengan kata lain, varians variabel terikat ditentukan oleh variabel bebas (uma sekaran, 2006:116)
Variabel independen dalam penelitian diatas ialah fitur IM3 bagi lingkungan sekitar IM Telkom.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian diatas ialah minat lingkungan sekitar IM Telkom dalam penggunaan IM3.

1.8.1 PENGUKURAN
Untuk membuktikan kebenaran hipotesis dalam penelitian ini, maka metode pencarian data yg dipakai ialah dengan cara mencari data jumlah pengguna IM3 berdasarkan minat pemakaiannya, dengan melakukan wawancara atau pemberian questioner tentang pengaruh fitur-fitur IM3 dalam menunjang kebutuhan pembelajaran bagi mahasiswa IM TELKOM.

1.8.1 KERANGKA PIKIR PENELITIAN

Fitur –fitur

Gambar 1.8.1
Disini IM3 sebagai provider telepon selular yang memberikan fitur – fitur yag ssangat modern dan canggih yang dapat memudahakan pengguna IM3 berkomunikasi dan bagi pengguna provider lain atau pengguna ponsel baru akan tertarik untuk membeli kartu IM3 dengan adanya fitur – fitur yang terlihat seperti di gambar 3.4,disini minat membeli dibagi menjadi 2 karena kebutuhan dan juga karena gengsi atau prestise sesuai dengan status dan perkembangan zaman.

1.9 Desain Penelitian
 Tujuan Studi
Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis (Hipotesis Analisis).
Dengan adanya variabel bebas yaitu pembagian starterpack flexi gratis, juga variabel terikat yaitu minat pemakain kartu IM3 di lingkungan sekitar IMT. Penelitian ini akan menguji hubungan fitur – fitur pada kartu IM3 terhadap minat di lingkungan sekitar IMT untuk menggunakan IM3. Hal ini merupakan salah satu bagian promosi dari IM3 yang bertujuan untuk menarik pangsa pasar di lingkungan sekitar IMT.

 Jenis Investigasi
Jenis investigasi dalam penelitian ini bersifat Kausal yaitu mempunyai hubungan sebab akibat. Apakah variabel fitur –fitur yang ada di kartu IM3 dapat meningkatkan minat mahasiswa dan masyarakat Institut Manajemen Telkom untuk menggunakan IM3.
Pertanyaan studi Kausal:
 Apakah pengaruh fitur – fitur terhadap minat menggunakan kartu IM3 di IM Telkom?
 Tingkat Intervensi Penel
Tingkat intervensi penelitian ini yaitu Intervensi sedang. Karena kami tidak hanya meneliti dengan menyebarkan kuesioner tetapi kami juga merasakan menjadi pegguna kartu IM3 tersebut jadi kita juga merasakan efek baik buruk daripada fitur – fitur yang ada tersebut.
 Konteks Studi
Konteks Studi penelitian ini termasuk Non-Contived (tidak diatur). Karena data yang digunakan untuk penelitian ini bersifat natural dan tidak dimanipulasi. Kami hanya melihat tanggapan dari questioner yang disebarkan dan mengaitkannya dengan minat untuk menggunakan kartu IM3 dengan adanya fitur –fitur yang ada. Dan kelompok kami tidak ada memanipulasi data awal.
 Unit Analisis
Data yang kami kumpulkan berasal dari questioner yang dibagikan kepada objek penelitian. Sehingga bisa disimpulkan individu sebagai unit analisisnya.
 Horizon Waktu (Time Horizon)
Data yang kelompok kami kumpulkan hanya diambil dalam kurun waktu tertentu.dan tidak bersifat kelanjutan karena penelitian kelompok kami dilakukan hanya sekali saja. Maka bisa disimpulkan penelitian ini termasuk studi cross sectional.

BAB II
METODE PENELITIAN

2.1 RUANG LINGKUP PENELITIAN
Dalam penelitian ini kami membatasi lingkup agar tujuan dari penelitian ini tidak meluas. Batasan-batasan dalam lingkup penelitian ini adalah:
 Mahasiswa Institut Manajemen Telkom pengguna IM3
 Penilitian dilakukan di lingkungan sekitar Institut Manajemen Telkom
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fitur – fitur mempengaruhi minat menggunakan kartu IM3.

Metode Penilitian
Metode penelitian yang kita gunakan dalam penelitian ini adalah metode Hipotesis-Deduktif. Metode tersebut dijabarkan menjadi tujuh langkah, yaitu:
 Pengamatan
 Pengumpulan Informasi
 Perumusan Teori
 Penyusunan Hipotesis
 Pengumpulan data ilmiah lebih lanjut
 Analisis data
 Deduksi

2.2 Data dan Teknik Pengumpulan data
Dalam penelitian ini kami memiliki 2 data yang terdiri dari:
• Data Primer
Untuk mendapatkan data primer, kami sebagai peneliti menggunakan teknik eksplorasi lapangan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden dimana dalam penelitian ini Mahasiswa dan masyarakat di sekitar Institut Manajemen Telkom sebagai respondennya.

• Data Sekunder
Untuk data sekunder, kami memperoleh dari sumber yang ada melalui library research yaitu dengan mengumpulkan data-data dari buku, internet dan literature-literatur yang berkaitan.
Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan penulis didalam mengumpulkan data adalah:
1. Pengamatan
Yaitu mengamati objek penelitian yang telah ditentukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas megenai masalah yang diteliti.
2. Riset Lapangan
Yaitu cara mengumpulkan data melalui daftar pertanyaan dan penyebaran angket kepada para pelanggan yang menggunakan produk IM3 dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan dapat diketahui reaksi dan pendapat mereka secara langsung, sehingga dapat memudahkan dalam mengkaji apa yang menjadi topik dalam penelitian ini.

2.3 Operasional Variabel
Variabel Dimensi Indikator Item Skala
Minat menggunakan kartu IM3 Fitur – fitur Tangibles
( Bukti Langsung ) Jumlah pelanggan bertambah
Ordinal
Ada/tidaknya keluhan dari pelanggan

Reliability
( Kehandalan ) 3G dan 3.5G

Ordinal
Transfer pulsa
i-Ring
i-Sms warna
i-Say
Call conference
Poin plus plus
Assurance
( Jaminan ) Adanya iklan promosi
Ordinal
Adanya hadiah yang ditawarkan
Responsiveness
( Daya Tanggap) Kecepatan respon terhadap keluhan pelanggan
interval
Inovasi produk
Emphaty
( Empati ) Costumer service
Ordinal
Ramahnya pelayanan
Sikap konsumen Suatu sikap yang diambil seseorang menyangkut kepastian apa akan menggunakan kartu IM3 atau tidak Kognitif Kesadaran akan keberadaan Kartu IM3 • Anda mengetahui IM3 dari media Ordinal
Kemampuan mempercayai isi dan maksud pesan iklan • Anda mempercayai fitur – fitur yang dtawarkan IM3 Ordinal
afektif Kemampuan mengingat pesan • Anda dapat mengingat isi pesan yang disampaikan melalui iklannya Ordinal
Minat terhadap produk • setelah melihat iklannya, Anda berminat terhadap kartu IM3 Ordinal
konatif Kecenderungan memilih produk • dengan adanya berbagai macam fitur – fitur anda berminat menggunakan IM3 Ordinal

2.4 Teknik Sampling dan Pengambilan Sampel
 Populasi
– Populasi adalah keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal-hal yang menarik bagi peneliti untuk ditelaah.
– Populasi berarti keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang ingin diteliti (Sugiarto, 2001:2).
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan masyarakat di sekitar Institut Manajemen Telkom.
 Sample
– Sample adalah proses memilih sejumlah unsur yang memadai dari populasi, sehingga dengan mempelajari sampel dam memahami karakteristik dari subjek sampel, peneliti dapat mengeneralisasi karakteristik unsur-unsur populasi.
– Sample adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti, yang ciri-ciri dan keberadaannya diharapkan mampu mewakili atau menggambarkan ciri-ciri dan keberadaan populasi yang sebenarnya (Sugiarto, 2001:4).
Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling, karena mengingat jumlah popoulasi yang cukup banyak, maka akan diambil sample yang merupakan bagian dari populasi yang mempunyai karakteristik sama dengan populasi.

 Tingkat presisi dan keyakinan
Presisi adalah sejauh mana estimasi kita sesuai dengan karakteristik populasi, biasanya diestimasi berdasarkan besarnya sampel.
Sx = S
√ n – 1

S = standar deviasi dari sampel
n = ukuran sampel
Sx = standard error besarnya presisi sampel
Tingkat keyakinan adalah sejauh mana kita yakin bahwa estimasi kita terhadap populasi adalah benar.

2.5 Skala Pengukuran & Skala Instrument
 Skala pengukuran
Skala pengukuran yang digunakan adalah skala ordinal, yang membedakan subjek berdasarkan klasifikasi dan peringkat. Skala ini mengurutkan data dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi atau sebaliknya dengan interval yang tidak harus sama (Husein Umar, 2001:132).
 Skala Instrument
Skala instrument yang digunakan adalah skala likert. Menurut Kinnear (1998), skala Likert ini berhubungan dengan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu, misalnya setuju-tidak setuju, senang-tidak senang, dan baik-tidak baik. Responden diminta mengisi pernyataan dalam skala 4 titik yaitu : sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.

2.6 Operational variable
Definisi Operasional adalah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau ”mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain” (Young, dikutip oleh Koentjarangningrat, 1991;23) Penekanan pengertian definisi operasional ialah pada kata ” dapat diobservasi”. Apabila seorang peneliti melakukan suatu observasi terhadap suatu gejala atau objek, maka peneliti lain juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu mengidentifikasi apa yang telah didefinisikan oleh peneliti pertama.
Operasionalisasi variabel bermanfaat untuk:
1. Mengidentifikasi kriteria yang dapat diobservasi yang sedang didefinisikan.
2. Menunjukkan bahwa suatu konsep atau objek mungkin mempunyai lebih dari satu definisi operasional.
3. Mengetahui bahwa definisi operasional bersifat unik daalam situasi dimana definisi tersebut harus digunakan.

2.7 Uji Validitas dan Reabilitas
 Uji Valitidas
Validitas mempunyai pengertian sebagai tingkat atau derajat ketepatan suatu instrument dalam mengukur objek yang ingin diukur (William G. Zikmund, 1991:265). Validitas menunjukkan ukuran yang benar-benar mengukur apa yang akan diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu alat tes, maka alat tersebut semakin mengena pada sasarannya, atau semakin menunjukkan apa yang seharusnya diukur.
Suatu tes dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna dan tujuan diadakannya tes tersebut. Jika peneliti menggunakan kuesioner didalam pengumpulan data maka item-item yang disusun pada kuesioer tersebut merupakan alat tes yang harus mengukur apa yang menjadi tujuan penelitian. Validitas dalam penelitian ini diukur berdasarkan korelasi item-total, yaitu konsistensi antara skor item dengan skor keseluruhan. Pengukuran menggunakan koefisien korelasi rank spearman dengan nilai minimal validitas adalah sebesar 0,3.

rs = 1- 6∑di2 ; jika tidak ada data kembar
n(n2-1)

∑R(x)R(y)-n((n+1)/2)²
rs =
[∑(R(x))²-n((n+1)/2)²] [∑(R(y))²-n((n+1)/2)²]; jika ada data kembar

(Sitepu,1995:41)

rs = Koefisien Korelasi Spearman Rank
d = Beda, selisih nilai variabel 1 dengan 2. Nilai d dapat dicari dengan mengurangi bilangan yang lebih besar dengan bilangan yang lebih kecil hasilnya akan dikuadratkan
n = Banyaknya subjek pemilik nilai

 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukkan stabilitas dan konsistensi alat ukur dalam mengukur konsep.untuk menguji reliabilitas kuesioner, kami menggunakan Alpha Cronbach dengan nilai minimal reliabilitas sebesar 0,7.
r¬11 = k 1- ∑σ2b
k – 1 σ 2 t

r11 = reliabilitas instrumen
k = banyak butir varian
σ 2 t = varians total
∑σ 2b = jumlah varians butir

Rumus Varians :

Dimana :
σ² = Varians
n = Banyaknya responden
x = nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan)

2.8 Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan dua cara :
• Statistik Deskriptif
Metode statistik yang bertujuan untuk menggambarkan perilaku variable yang diamati berdasarkan data yang diperoleh. Pada cara ini data yang diperoleh dipasangkan, sehingga menjadi suatu pasangan data, dimana X menunjukkan variabel Pengaruh fitur – fitur kartu IM3 dan Y yang menunjukkan variabel Minat mahasiswa dan masyarakat di lingkungan sekitar IMT untuk menggunakan IM3.
• Statistik Inferensial
Metode statistik yang ditujukan untuk menguji hipotesis dan penarikan kesimpulan berdasarkan data sample. Dimana pada cara ini digunakan pengujian hipotesis yang dihitung dengan menggunakan perhitungan korelasi pangkat Spearman’s, karena peneliti menggunakan skala ordinal.
TABEL 3.1
INTERPRESTASI KOEFISIEN KORELASI
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0.00 – 0.199 Sangat Rendah
0.20 – 0.399 Rendah
0.40 – 0.599 Sedang
0.60 – 0.799 Kuat
0.80 – 1.000 Sangat Kuat
Sumber: Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis
Untuk Atribut responden dilakukan pengkodifikasian sesuai dengan kebutuhan pengelompokkan data, sedangkan item-item pernyataan yang terdapat dalam kuesioner ini menggunakan skala Likert untuk memberikan nilai pada setiap jawabannya. Skala Likert yang digunakan 4 angka penilain yaitu :
• Sangat Setuju (SS) = Skor 4
• Setuju (S) = Skor 3
• Tidak Setuju (TS) = Skor 2
• Sangat Tidak Setuju (STS) = Skor 1

Penghitungan Skor Total untuk masing-masing indikator adalah sebagai berikut :
Skor Total = (Jumlah responden yang menjawab Sangat Setuju x 4) + (Jumlah responden yang menjawab Setuju x 3) + (Jumlah responden yang menjawab Tidak Setuju x 2) + (Jumlah responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju x 1).
Adapun skala untuk mengukur variabel fasilitas perpustakaan dapat dilihat dengan cara menggunakan garis kontinum (Ridwan : 2003), pada daerah mana Skor Total dari data seluruh pernyataan responden berada :
• Nilai untuk jawaban Sangat Tidak Setuju skor 1 untuk semua jawaban atas 60 responden adalah : 1 x 60 = 60
• Nilai untuk jawaban Tidak Setuju skor 2 untuk semua jawaban atas 60 responden adalah : 2 x 60 = 120
• Nilai untuk jawaban Setuju skor 3 untuk semua jawaban atas 60 responden adalah : 3 x 60 = 180
• Nilai untuk jawaban Sangat Setuju skor 4 untuk semua jawaban atas 60 responden adalah : 4 x 60 = 240

2.9 Pengujian Hipotesis
Dalam penelitian ini, digunakan hipotesis asosiatif. Hipotesis asosiatif menunjukkan dugaan tentang pengaruh antara dua variabel atau lebih. Jadi pengaruh dua variabel ini dinyatakan dengan korelasi positif dan hipotesis statistiknya ditentukan sebagai berikut :
Ho : fitur – fitur di kartu IM3 dapat meningkatkan minat mahasiswa dan masyarakat di lingkungan sekitar IMT untuk menggunakan IM3.
H1 : fitur – fitur di kartu IM3 tidak dapat meningkatkan minat mahasiswa dan masyarakat di lingkungan sekitar IMT untuk menggunakan IM3.
Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesis adalah :
– jika rs hitung>rs teble, maka Ho ditolak dan H1 diterima
jika rs hitung<rs table, maka Ho diterima dan H1 ditolak
presentation1-copy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: