• about me

    yoggy pradita 21 november 1988 tebing tinggi, north sumatra, indonesia a bad boy playing soccer reading and writing get some potatos take a sleep watching tv (news only) drink some milk everyday fish lovers no animals!! playboy myright hand was broken a ex-goalkeeper internazzionalle milano fc. arsenal medan, padang, bandung, semarang swiss, germany and spain motorcycle and hardtop cars,, smoke and beer donuts and coffe organization institut management of telkom enough,,, thanks for reading my text,,
  • nice year!!

    April 2009
    S M T W T F S
    « Mar   Oct »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Archives

  • yoggy’s playlist

  • Flickr Photos

    Dunnocklet!

    Round and round!

    Herd of Zebras.

    Rufous Whistler male

    My favourite building by night

    To Let

    Coquet Orange

    Chispa & Kenny

    Green (Explore 18-Apr-2014)

    The Old Lion/Rastafari

    More Photos

pertanyaan seputar makro ekonomi

1. jelaskan hubungan antara MEC dan MEI?

Jawab :

Marginal Efficiency of Capital (MEC) dan Marginal Efficiency of Investment (MEI):

Sama halnya dengan kurva permintaan akan investasi, kurva MEC secara nasional dapat diturunkan dengan menjumlahkan secara horizontal kurva MEC dari per¬usahaan yang ada dalam perekonomian. Misalnya. MEC akan sama besar dengan MEI pada tingkat bunga tertentu, di mana pembeIian barang modal hanya untuk menggantikan barang modal yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Di tingkat perusahaan, syarat untuk memelihara keuntungan adalah dengan menjaga agar tingkat produksi tidak berkurang. Untuk itu stok barang modal tidak boleh berkurang. Dilihat dari sisi ini, investasi merupakan upaya memelihara stok barang modal (capital stock adjustment process). Besarnya investasi yang harus dilakukan untuk memelihara barang stok adalah senilai persentase penyusutan dikalikan stok barang modal yang diharapkan. Misalnya, nilai barang modal yang ha¬rus tersedia supaya perusahaan dapat mempertahankan tingkat produksi adalah Rp 10 miliar, sedangkan penyusutan adalah 10% per tahun, maka investasi per tahun adalah 10% x Rp 10 miliar = Rp I miliar. Jika perusahaan ingin meningkatkan keuntungan dengan cara meningkatkan kapasitas produksi, maka investasi yang dilakukan harus lebih besar daripada Rp 1 miliar, agar stok barang modal bisa menjadi lebih besar daripada Rp 10 miliar. Keputusan perusahaan untuk meningkatkan stok barang modal dapat memberikan dampak positif terhadap total perekonomian, sebab peningkatan stok barang modal secara nasional akan dapat meningkatkan kegiatan produksi dan juga dapat memperluas kesempatan kerja

2. Jelaskan pengertian MEI dan buat kurva hubungan MEC dan MEI?

Jawab :

MEI (Marginal Efficiency of Investment) adalah tingkat pengembalian investasi yang diharapkan dari setiap penambahan barang modal.
Untuk mempelajari pengeluaran investasi kita dapat menggunakan berbagai pendekatan seperti pendekatan nilai sekarang, MEC, atau pendekatan Neo-Klasik. Kurva MEC dan MEI merupakan dua kurva yang serupa dalam arti bahwa kedua-duanya dapat dipakai untuk mengamati perilaku investasi. Perbedaannya terletak pada penawaran kapital yang berlaku untuk MEC penawaran kapital tak terbatas dan biaya rata-rata tetap, sedangkan untuk MEI telah melibatkan pengaruh biaya rata-rata terhadap penawaran modal. Fungsi permintaan investasi merupakan fungsi yang menunjukkan hubungan antara suku bunga (r) dengan jumlah investasi dan fungsi ini dapat diturunkan dari kurva atau skedul MEC.
Teori investasi akselerasi bertumpu pada suatu ide sederhana bahwa perusahaan berusaha mempertahankan hubungan yang tetap antara stok kapital dengan penjualan yang diharapkan. Penerapan dari teori investasi akselerasi dan pendekatan yang lain, misalnya investasi pada persediaan dan perumahan yang kedua-duanya merupakan komponen permintaan agregat.
Teori investasi model Neo-Klasik berusaha menjelaskan permintaan stok kapital yang optimum dengan cara memaksimumkan nilai sekarang dari perusahaan dengan kendala fungsi produksi dan perubahan stok kapital per waktu.

3. apabila investasi yang di inginkan meningkat sebagai akibat turunnya tingkat bunga, maka harga investasi juga meningkat?
Jawab :
Tingkat suku bunga di ditentukan oleh tingkat suku bunga sertifikat bank sentral suatu Negara atau yang lebih diingat dengan BI-Rete, dapat kita pastikan akan berdampak negative terhadap iklim investasi di pasar modal. Biasanya para investor lebih cenderung untuk mengalihkan investasinya di pasar modal, hal ini berdampak juga terhadap kenaikan tingkat suku bunga deposito perbankan.
4. sebutkan beberapa hambatan pada investasi di Indonesia dan gambarkan tren investasi di Indonesia bagi PMA dan PMDN!
Jawab :
• penegakan hukum,
selama ini masih banyak dikeluhkan oleh para pemodal dalam dan luar negeri sehingga menimbulkan rasa ketidakpastioan dikalangan pengusaha.

• pajak dan pabean,
sejumlah pengusaha mengeluhkan bahwa sering terjadi tumpang tindih pemungutan pajak sehingga mengurangi daya saing produknya di luar negeri.

• infrastruktur,
Fasilitas infrastruktur jalan, listrik, dan air belum sepenuhnya mendukung, Tumpang tindihnya kewenangan instansi teknis dalam pengambilan kebijakan

• struktur perburuhan.
Jumlah tenaga kerja terdidik dan terpelajar masih sangat sulit di temui untuk sector buruh, akibatnya investor dalam dan luar negeri kesulitan untuk mencari tenaga ahli dalam mengoperasioanlkan setiap kegiatan industrinya.

Tren investasi di Indonesia:

P M D N /
Domestic Direct Investment
1 Jan – 31 Okt. 2006/
Jan 1 – Oct. 31, 2006

1 Jan – 31 Okt. 2007/
Jan 1 – Oct.. 31, 2007
RASIO / Ratio
( % )

P
(1)

I
(2)
P
(3)
I
(4)
P
( 3 : 1)
I
( 4 : 2 )

Proyek Baru / New Project
Proyek Perluasan / Expansion Project
Alih Status / Change of Status

TOTAL / Total

160
109

21

181
116.208,7
26.069,1

1.415,3

143.693,1

194
136

43

237
125.296,5
47.507,3

2.756,7

175.560,5

121,3
147,8

204,8

130,9

107,8
182,2

194,8

122,2

Rencana Penyerapan Tenaga Kerja / Manpower Absorption Planning
162.882
orang/persons
298.845
orang/persons
183,5

P M A /
Foreign Direct Investment

1 Jan – 31 Okt. 2006/
Jan 1 – Oct. 31, 2006

1 Jan – 31 Okt. 2007/
Jan 1 – Oct.. 31, 2007
RASIO / Ratio
( % )

P
(1)

I
(2)
P
(3)
I
(4)
P
( 3 : 1)
I
( 4 : 2 )

Proyek Baru / New Project
Proyek Perluasan / Expansion Project
Alih Status / Change of Status

TOTAL / Total

1.202
351

210

1.412

3.656,8
5.113,0

4.517,9

13.287,7

1.407
400

201

1.608

14.430,3
9.482,1

12.838,6

36.751,0
117,1
114,0

95,7

113,9

394,6
185,5

284,2

276,6

Rencana Penyerapan Tenaga Kerja / Manpower Absorption Planning
285.165
orang/persons
366.871
orang/persons
128,7

5. jelaskan tren investasi di sector telekomunikasi dan kendala serta pemecahannya!

Jawab :

• Tren investasi

sebagaimana kita ketahui industri moneter sedang berguncang, berbagai bank investasi tumbang, pasar saham mengalami penurunan indek, nilai tukar mata uang rupiah mulai menurun tajam; bagi beberapa orang mungkin pesimis terhadap prospek industri telekomunikasi di tahun 2009 atau tahun – tahun mendatang. Karena ada hubungan antara sektor keuangan dan investasi dengan sektor riil termasuk telekomunikasi, besar atau kecil, diperkirakan akan ada pengaruhnya terhadap sektor telekomunikasi khususnya. Jika pengaruhnya besar, maka prospeknya berpeluang untuk menyusut, sebaliknya jika pengaruhnys kecil, prospek telekomunikasi berpeluang cukup bagus.

factor pertama yang perlu diperhatikan, prospek industri atau sektor rill, tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi moneter atau sumber pendanaan yang akan diperlukan untuk perluasan investasi perluasan jaringan.

factor kedua, faktor permintaan pasar salah satu yang berpengaruh kuat. Jadi walaupun, katakanlah, karena pasar modal sedang lesu, sehingga kebutuhan investasi baru tidak dapat terpenuhi secara otptimal, namun karena orang masih perlu berkomunikasi, mendapatkan informasi, hal ini menunjukkan masih adanya potensi revenue, sekaligus pendapatan bagi operator telekomunikasi. Artinya investasi baru tertunda, namun revenue dari layanan masih dapat berjalan terus bahkan ditingkatkan. Jika pendapatan ini meningkat, pada akhir tahun dapat digunakan untuk membiayai sendiri investasi yang dibutuhkan.

Kondisi semacam ini pernah dialami oleh operator telekomunikasi ketika Indonesia menghadapi krisis moneter dan ekonomi di tahun 1998. ketika itu, sektor telekomunikasi – bisa jadi – merupakan satu-satunya sektor yang masih berdiri tegak sementara sektor lain loyo dan terpuruk.

Faktor ketiga yang akan menentukan apakah prospek sektor telekomunikasi cerah di tahun 2009 adalah regulasi. Sejauh mana Regulator terus menyempurnakan regulasi sehingga hambatan- hambatan berbisnis yang selama ini dihadapi oleh operator dapat diminimalkan. Jika regulasi, baik di tingkat pusat maupun di daerah – daerah, semakin tidak business friendly, maka hal ini menambah biaya bagi operator yang pada ujungnya akan mengurangi profitabilitas.

Faktor keempat yang juga dapat mempengaruhi prospek sektor telekomunikasi adalah tingkat persaingan. Pada saat ini tingkat persaingan sudah sedemikian sengit, operator saling banting harga yang membuahkan penurunan rata-rata pendapatan per pelanggan.

• Kendala dan pemecahan.

Pemerintah sebaiknya segera menyempurnakan kebijakan di bidang telekomunikasi yang tercermin dari sejauh mana Regulator terus menyempurnakan regulasi sehingga hambatan- hambatan berbisnis yang selama ini dihadapi oleh operator dapat diminimalkan. Jika regulasi, baik di tingkat pusat maupun di daerah – daerah, semakin tidak business friendly, maka hal ini menambah biaya bagi operator yang pada ujungnya akan mengurangi profitabilitas.

Selain menyempurnakan regulasi yang ada, sejalan dengan perkembangan teknologi, pemerintah perlu mengantisipasi perubahan layanan telekomunikasi yang memanfaatkan teknologi baru, sementara kebijakan dan regulasi yang ada belum dapat mengakomodasi pemanfaatan teknologi baru tersebut. Jika hal ini terus berlangsung, maka masyarakat akan dirugikan.

6. Dari kedua investasi ril dan portofolio, jelaskan prospek keduanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja?

Jawab :
• Investasi portofolio
Investasi asing dalam bentuk portofolio aset masih deras mengalir ke pasar keuangan Indonesia. Hal ini terlihat dari kepemilikan surat utang negara oleh asing yang mencapai Rp 77,4 triliun dari jumlah SUN yang sebesar Rp 474,8 triliun. Selain itu, cadangan devisa di Bank Indonesia juga naik menjadi 54,9 miliar dollar AS.
Akibatnya, nilai tukar rupiah menguat hingga pertengahan tahun 2007, lalu turun tertimpa tingginya harga minyak. Nilai tukar rata-rata rupiah terhadap dollar AS hingga 5 Desember 2007 sebesar Rp 9.123 per dollar AS, sedikit membaik dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 9.172 per dollar AS.
• Investasi sector riil
Menyerap Banyak Tenaga Kerja
Properti adalah sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Bayangkan, dalam sebuah proyek perumahan skala 2 Ha, mampu menyerap tenaga kasar sampai dengan 300 orang. Bandingkan dengan sektor finansial? Berapa banyak yang bekerja? Berapa banyak yang diuntungkan?
Lebih dari 75% pembeli properti melalui kredit
Pengalaman menunjukkan bahwa lebih dari 75% pembeli produk properti menggunakan fasilitas kredit. Artinya perbankan diuntungkan karena bank dapat menyalurkan kredit dan mendapatkan keuntungan dari selisih bunga atau bagi hasil dalam sistem syariah.
Mengangkat sektor bisnis lainnya
Dalam membangun satu rumah, terdapat ribuan item material. Material rumah pokok adalah material alam seperti batu belah dan pasir, kemudian batu bata, semen, besi, genteng, cat, keramik, material listrik, perkayuan dan lain-lainnya. Setidaknya ada 9 item pokok dalam membangun satu unit rumah. Darimana material ini diperoleh? Dari supplier. Supplier dari Distributor. Distributor dari Pabrik. Begitu banyak rentetan lini bisnis yang berhubungan dengan properti bukan ?
7. jelaskan peranan kebijakan fiscal dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya investasi di Indonesia?

Jawab :
KEBIJAKAN fiskal pada dasarnya alat atau instrumen pemerintah yang sangat penting peranannya dalam sistem perekonomian. Instrumen fiskal itu berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas basis kegiatan ekonomi berbagai sektor, dan secara khusus memperluas lapangan usaha untuk menurunkan tingkat pengangguran.
Dengan kebijakan fiskal, pemerintah dapat memanfaatkan sumber daya ekonomi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi yang dikehendakinya. Kebijakan fiskal juga sekaligus sebagai kesempatan emas untuk memberikan signal, baik bagi pelaku ekonomi, dunia usaha, investor, maupun yang lainnya.

Tugas 7 Pertanyaan Seputar Investasi
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah makro ekonomi

Oleh
Yoggy Pradita
106.401.399
2007-A

Institut Manajemen Telkom

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: